Crowd Sourcing = Model Bisnis Yang Menguntungkan?

Ilustrasi ensiklopedia oleh Wesley Fryer

Ilustrasi ensiklopedia oleh Wesley Fryer

Pada jaman saya SD – SMP, banyak orang yang menawari ortu saya berbagai jenis koleksi ensiklopedia. Dan sering juga ortu saya beli berbagai set ensiklopedia tebal-tebal yang berharga jutaan itu. Saya dan adik-adik saya memang juga suka baca ensiklopedia tersebut, apalagi yang tentang hewan. Gambar-gambarnya sungguh menakjubkan!

Pada waktu SMA pun saya masih sering memakai berbagai referensi dari ensiklopedia untuk membuat makalah, atau membuat PR biologi (guru biologi saya pada waktu itu suka ngasih PR yang jawabannya gak ada di buku pelajaran sekolah). Beberapa di antaranya antara Encyclopedia Britannica & Microsoft Encarta.

Seiring perjalanan waktu dan perkembangan teknologi… ensiklopedia yang tebal, mahal & gak up-to-date mulai ditinggalkan orang… Termasuk Encyclopedia Britannica yang sangat beken itu. Bahkan Microsoft Encarta dihentikan penerbitannya pada tahun 2009.

Sekarang, ensiklopedia yang dikenal orang hanya satu: Wikipedia! Kalo ada yang mau dicari, langsung search aja di website Wikipedia. Dan dalam hitungan detik udah ketemu!

Kenapa Wikipedia bisa survive hingga sekarang, bahkan semakin menggurita?

Padahal Wikipedia 100% gratis. Siapa saja bisa mengaksesnya tanpa bayar. Wikipedia hanya mengandalkan donasi untuk biaya operasionalnya!

Sedangkan Encyclopedia Britannica & Microsoft Encarta berbayar. Logikanya harusnya profitnya besar!

Ilustrasi crowd sourcing oleh James Cridland

Ilustrasi crowd sourcing oleh James Cridland

Yang membedakan adalah pembuat content nya!

  • Encyclopedia Britannica & Microsoft Encarta dibuat oleh para pakar yang digaji mahal oleh perusahaan pemiliknya, dalam hal ini Britannica & Microsoft.
  • Wikipedia dibuat oleh banyak orang secara gotong royong tanpa dibayar. Orang membuatnya secara sukarela.

Model seperti Wikipedia ini sering disebut crowd sourcing alias rame-rame membuatnya. Masih ingat semboyan yang beken waktu kita sekolah dulu? Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh? Nah ini salah satu aplikasinya.

Jika digunakan secara tepat model crowd sourcing ini sangat menguntungkan. Kalo di bisnis online, atau Internet marketing, bahasa bekennya user generated content, yaitu konten yang dibuat oleh para penggunanya. Contoh paling gampangnya yaitu Social Media! Mulai dari Facebook, Twitter, dan  Pinterest. Atau blog gratisan seperti Kompasiana, Blogger.com dan WordPress.com. Yang bikin isinya adalah para user. Perusahaan cuma menyediakan platform nya.

Apakah model bisnis ini profitable? Tentu saja! Bagi perusahaan & pemiliknya 🙂

Terus buat kita, para user nya bagaimana? Masa yang menikmati profit nya cuma owner perusahaannya aja? Sedangkan kalo kita mau buat perusahaan startup dengan model bisnis begini jelas gak murah & belum lagi resikonya sangat besar!

Nah, buat Anda yang tertarik untuk bisa menikmati pasif income dengan model bisnis ini & modal terjangkau, tanpa perlu bayar gaji karwayan, sewa tempat, dll… langsung klik di sini!

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: