Apakah Ini Ambang Keruntuhan Toko Buku?

Borders Bangkrut

Borders bangkrut. Foto oleh clive darr.

Pada awal tahun lalu, Borders, toko buku kedua terbesar di Amerika Serikat, bangkrut. 400 ratusan toko buku Borders ditutup & 11 ribuan karyawannya di-PHK. Dan bisa dibilang kalo alasan utama Borders bangkrut karena Internet. Borders telat mengantisipasi kehadiran bisnis online & kemajuan teknologi & terkena imbasnya!

Nah apa saja itu?

1. eBook

Borders mencuekkan eBook, padahal eBook mulai populer terutama dengan adanya Amazon Kindle (eReader). Bahkan Barnes & Nobles (toko buku saingan Borders) mengeluarkan Nook (eReader versi Barnes & Nobles). Kemudian Apple juga mengeluarkan iPad yang kemudian disusul berbagai macam tablet PC seperti Samsung Galaxy Tab. Borders akhirnya mengeluarkan Kobo (eReader versi Borders) namun sudah terlambat…

2. Music-On-Demand & DVD Rental

Lapak CD & DVD Borders juga digerogoti oleh adanya iTunes & NetFlix. Dengan iTunes, orang bisa beli lagu yang ia sukai saja dengan murah & bisa langsung di-download untuk didengarkan (Kalo beli CD jauh lebih mahal & terpaksa beli 1 CD padahal mungkin yang disuka cuma 1 – 2 lagu saja). Sedangkan NetFlix adalah layanan untuk berlangganan sewa DVD: Anda pilih DVD yang mau Anda sewa dari website NetFlix, kemudian DVD tsb dikirim ke alamat Anda & tinggal Anda kirim kembali ke NetFlix begitu selesai Anda tonton. Sewa DVD lewat NetFlix jauh lebih murah & praktis dibanding beli DVD.

3. Terlalu banyak toko

Borders mempunyai banyak sekali toko, termasuk di luar Amerika (saya sendiri langganan ke Borders kalo ke Singapore & Sydney). Biaya operasional toko sangat besar & tidak murah, apalagi kalo inventory nya sangat banyak. Tapi tetap saja pilihan di toko juga sangat terbatas dibandingkan dengan pilihan di Internet, misalnya di Amazon.com.

Apakah nasib koran, buku & toko buku di Indonesia akan seperti Borders?

Toko buku online sudah mulai banyak (saya sendiri juga kadangan beli di toko buku online untuk mencari buku-buku yang langka atau mesti pesan dari luar negeri). Baca koran pun juga online. Salah satu penerbit populer dari kelompok toko buku terbesar di Indonesia juga sudah gulung tikar.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah memanfaatkan Internet untuk bisnis online Anda?

Anda harus bersiap-siap ikut bisnis online agar tidak ketinggalan kereta!

Leave a Reply

%d bloggers like this: